A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tamanmar/public_html/system/core/Exceptions.php:185)

Filename: core/Security.php

Line Number: 188

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tamanmar/public_html/system/core/Exceptions.php:185)

Filename: libraries/Session.php

Line Number: 672

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tamanmar/public_html/system/core/Exceptions.php:185)

Filename: models/app_global_model.php

Line Number: 166

Desa Tamanmartani
KRIPIK SAGU BAREPAN PUCUNG
Baskoro - tanggal : 2014-06-12

 Berawal dari ketidak sengajaan ketika ibu Sri rahayu menengok mertuanya yang sakit diderah bantul dua bulan yang lalu,Ibu dua orang anak ini mendapatkan ilmu dan gagasan untuk membuat usaha yang bisa menambah penghasilan keluarga besarnya. Bersama ibu, adik, dan satu tetengganya ibu Sri rahayu memulai usaha rumahan jenis keripik sagu yang bahan dasarnya dari kedelai , tepung sagu, dan telor di rumahnya barepan pucung ,Tamanmartani, kalasan. Dengan motifasi yang tinggi ingin memberikan lapangan kerja buat saudara dan tetangga dusunnya dan karena disekitarnya belum ada yang produksi, ibu dua anak ini berusaha semaksimal mungkin agar usaha keripik sagunya berjalan dengan baek dan menghasilkan. Dimulai dari jam dua pagi memproses kedelai menjadi tempe, kemudian dipagi hari memasarkan keripiknya kepasar,dan siang harinya mulai menggoreng tempenya. Dan untuk pemasarannya sementara dilakukan dengan cara menawarkan langsung sendiri kepada konsumen, dan juga ada juga pekerjanya yang berkeliling ke toko - toko didaerah perbatasan klaten dan sleman. Dengan hasil produksi kripik 30 per hari dan diberi nama -Citra Kripik Sagu dan dijual per kilo Rp 30.000,maka pendapatan kotor per hari mencapai Rp 900.000. untuk bahan baku keripik sagu sendiri diambil dari bantul, karena disekitar rumah produksinya belum ada yang jual. Dengan modal yang masih sedikt maka setiap beberapa hari sekali ibu lulusan SMEA yang sebelumnya juga mempunyai usaha rias pengantin dan konveksi ini berangkat ke bantul untuk membeli bahan baku kripik sagunya. Dengan kondisi seperti ini ibu Sri rahayu berusaha keras untuk selalu menambah modalnya agar tidak selalu bolak balik ke bantul, ucapnya.***endar klurak

PENGUMUMAN TERBARU
AGENDA DESA TERBARU
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper, maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.